Tatto & Taufik Berebut Suara NU

Foto : Radar Banyumas
Radar Banyumas - Munculnya pasangan Tatto–Syamsul dan Taufik – Faiqoh menunjukan jika dua kubu yang sudah memastikan maju dalam pilkada Cilacap ingin berebut suara NU. Hal itu bisa di lihat dari pasangan masing-masing yang merupakan cucu-cucu tokoh NU. Petahana H Tatto Suwarto Pamuji menggandeng Syamsul Aulia Rahman dengan alasan Syamsul merupakan cucu dari ulama NU berpengaruh dari Kawunganten. Sedangkan Taufik menggandeng Faiqoh juga karena Faiqoh cucu dari tokoh ulama NU berpengaruh di Majenang.

“Karena itu, kami anggap ini rebutan suara NU. Jika mampu dimanage itu menguntungkan. Tapi, kalau tidak bisa, ini rawan konflik,” kata Muhamad Nahdiyin dari Lembaga Seni dan Budaya Muslimin NU Cilacap.

Menurut pandangannya, suara NU memang seksi. Sayangnya, selama ini hanya menjadi komoditas disaat dibutuhkan yakni Pilkada saja. Karena itu kondisi saat ini harus disikapi dengan bijak sehingga warga NU tidak lagi terkotak-kotak.

“Sebenarnya NU sudah sering mendapat kesempatan. Sayangnya manageman dan komunikasi yang kurang membuat NU meminjam istilah KH Hasyim Muzadi seperti mendorong mobil mogok. Jika sudah jalan NU ditinggal lagi,”tandas dia.

Untuk itulah dia meminta kepada elit NU agar melakukan langkah-langkah strategis yang tidak kontra produktif dengan kondisi yang ada. Sebab apapun situasi ini memang sudah muncul. Sehingga perlu pendewasaan politik warga NU.

Sementara, Faiqoh Subkhy, atau yang dikenal Bu Faiq sebagai bakal calon wakil bupati dengan Taufik Nurhidayat sebelumnya tidak pernah di duga sama sekali. Sebelumnya, justru muncul nama Fathul Aminudin Aziz yang tidak lain adalah suaminya sendiri. Fathul Aminudin Aziz bahkan sempat mendaftar ke DPC PPP Kabupaten Cilacap sebagai bakal calon wakil bupati.

Saat menerima rekomendasi kemarin, Faiq mendapatkan kepastian kalau partai pengusung tidak hanya dari PDIP dan PPP. Partai Nasdem melakukan langkah serupa dengan memberikan dukungan bagi pasangan tersebut. Meski perlu diketahui, Nasdem tidak memperoleh satupun kursi di DPRD Kabupaten Cilacap.

“Rekomendasi dari PDIP, PPP dan Nasdem,” katanya.

Dia merinci, kepastian dirinya maju sebagai bakal calon wakil bupati sudah mendapatkan restu dari suami. Ini setelah adanya permintaan dari DPP PDIP agar calon wakil bupati yang diajukan PPP haruslah perempuan. Bersamanya, PPP kemudian mengusulkan sejumlah nama dan dibahas bersama antara DPP PPP dan PDIP.

“Ini atas permintaan PDIP agar wakil bupati yang diajukan PPP merupakan kader perempuan. Mungkin karena semua calon lain adalah laki-laki,” terangnya.

Munculnya nama Taufik dan Faiq, seolah menjadi penutup genderang perang menjelang pilkada. Pasalnya, baik PDIP mapun PPP menurunkan rekomendasi pada akhir masa persiapan. Sebelumnya, PAN, Demokrat, PKB dan Golkar sudah menurunkan rekomdasi lebih awal untuk Tatto Suwarto Pamuji dan Syamsul Aulia Rahman.
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar